Catatan MaHe

the substance of achievement: process and patients.

I want to pump my pedal gas and speed up this trip to reach the destination of my life. Well, I wish I could. But somehow, patience and process are two things that going along through the same linear. You know.. intinya harus sabar lah dalam mewujudkan sebuah impian. Klise? Emang. Tapi banyak orang yang selalu lupa dengan hukum alam yang satu ini. Ada perjuangan maka ada pengorbanan. dan ketika keduanya udah dilakukan, hasil pun akan didapat. memuaskan ato mengecewakan, itu mah masalah lain.. yang penting ada keberanian dan upaya dulu untuk ngewujudinnya.
Gue kadang keteteran juga ngadepin ego diri yang kadang nggak bisa kompromi dan terlalu egois menguasai pikiran. Tapi untungnya gue punya motivasi yang kuat buat ngewujudin semua yang gue impikan. Nggak semua sih, cuman saat ini adalah satu yang jadi target hidup gue: Jadi penulis baik yang produktif dengan karya yang tidak cheesy dan pasaran. And the biggest challange to fulfill the target is.. my self. My mood. Yeah. Untuk menggerakan jari menambah halaman novel, kadang memerlukan usaha ekstra super keras karena malas lebih berkuasa ketimbang drive untuk berkarya. Itu gue rasain beberapa minggu yang lalu, sebelum gue menyelesaikan novel Pre Wedding gue ke gramedia. Fyuh.. But thanks God akhirnya bisa selesai juga. Lega rasanya akhirnya gue bisa fokus dalam menyelesaikan sesuatu yang gue mulai. Total perjuangan empat bulan akhirnya kebayar sudah. Tanpa bermaksud untuk jadi seorang yang gampang puas, gue ngerasa sangat puas. To me, this is the biggest achievement in my life, like, ever.
Dan akhirnya sekarang gue sadar bahwa hardwork dan consistency sangat dibutuhkan untuk mewujudkan suatu hasil.
Dan sekarang gue siap untuk menghasilkan karya-karya selanjutnya, mengejawantahkan buah pemikiran yang udah cukup lama ngendon di hard disc laptop, membebaskannya dari penjara pengap untuk berkeliaran bebas di setiap ruang imajinasi orang-orang yang akan membaca karya-karya gue. Tumbuh dan dinikmati, dinilai, dan diberi penghargaan. Meski suatu saat pasti akan ada pihak yang kontra dengan karya-karya gue, gue udah siap. Setiap hal selalu mempunyai dua sisi, dan gue nggak bisa mengharapkan semua orang menyukai karya gue. Udah bisa terbit pun udah cukup buat gue. Dan ketika mendapatkan respon yang bagus? itu bisa jadi sebuah bonus. Bonus yang sangat menggiurkan. hehehe….

Now I (almost) officially become an author. Yes. Any time soon…