Catatan MaHe

My life at ground zero.

Still. in an underdog circumstance of my life. This is the third month, March… of my lousy days. Well, i’m still keeping up my life as normal as i can, dan berusaha untuk tidak menjadi orang lain.

Just, wow. Itu kalimat yang bisa menggambarkan bagaimana fase kehidupan gue saat ini. Bukan menyedihkan, cuman challanging. Dan gue terpacu untuk keluar jadi pemenang.

Kadang ketika kita melihat orang yang sedang dalam masalah, kita bisa dengan mudah mengemukakan solusi alternatif dari A sampe Z. Dan kalo misal orang yang kita kasi solusi itu ngga males dan open minded, tentu dia akan mempertimbangkan dan berusaha untuk menjalankan cara dari jalan pemikiran yang masih netral.

Dan sekarang, gue sedang dalam masalah. Thx God.. gue masih bisa berpikir normal, dan selalu positif thinking. Memang ada beberapa kali gue berpikiran negatif dan merasa … apa ya? Eneg, gerah.. dan sebagainya, oleh permasalah hidup yang merongrong ini. Tapii… setelah gue istirahatkan dan tenangin pikiran, semua ternyata memang ada jalan keluarnya, selama kita mau bersabar dan ngga putus asa. Jalan keluar pasti bakal muncul.

Kemaren gue udah mencari tempat baru. Sebuah kamar kontrakan yang sangat bagus! Gue langsung jatuh cinta ketika membuka pintu dan melihat keadaan didalamnya.
Oh ya, dalam menjadi perantauan, hal yang paling menyenangkan bagi gue adalah ketika kita mencari tempat baru. Hunting kostan gitu.,, Gue selalu excited dan bersemangat biarpun naik motor dan kepanasan. Entah lah,,. hal itu seolah merupakan sebuah pengokohan jati diri sebagai perantau, dan suatu saat akan jadi salah satu bagian yang menyenangkan dalam sejarah kehidupan kita.

Well anyway…
Kamar itu bukan kostan, tapi kontrakan. Ngga ada satupun barang yang bisa gue pake. Kesimpulannya, gue harus beli2 kasur, lemari baju, dan juga meja. Itu yang mungkin sekarang ini menjadi kebutuhan utama. Tapi kenapa ya.. gue sama sekali ngga keberatan? Gue malah merasa tertantang dengan kondisi itu. Bayangin deh ,. ruangan serba kosong, dan gue hanya punya meja buat nulis? It’s awesome! kayak mengikuti sebuah reality show gitu… hahaha. Lebay.

Yah, intinya gue udah mutusin untuk tinggal disitu, dengan segala kesederhanaan, sambil merampungkan novel. Kita liat perlu waktu berapa lama gue memenuhi kamar kontrakan gue dengan barang-barang.

From now on, im restarting my life from zero-all over again. Bener-bener dimulai dari nol.. seperti pertama kali gue dateng ke jakarta. Lupain sejenak gaya hidup yang nyaman, dengan kamar ber AC, fasilitas super nyaman… It’s time to move on to the next level of my life.

We’ll see… 😀