Catatan MaHe

sahabat, janganlah marah-marah:: Part Two::

her name is Triani. our lovely call for her is Ladig. now she is studying in UNY taking the German Literature. She felt so much emptyness because we are separated, same like me that also feel lonely separated by distance with her and them. She is one of my best friends. i love her, and will always be her bestfriend. [ extended ]i forgot to write where and when this picture taken.
foto ini diambil ketika ladig datang ke jakarta untuk bertamasya ( ceilah tamasya.. 😛 ) dan berkunjung ke rumah temannya. ada kejadian yang sangat ajaib disin, dan i’ll tell you later.
foto ini diambil di Plaza Atrium senen. Teman ladig yang bernama mbak Wiji, rumahnya di CEmpaka. aku saat itu masih tinggal dan keraj di bogor.
dan kami pun janjian di atriumj akrena meeting point terstrategis.
akhjirnya setelah sekian lama tidak jumpa, aku melihat ladig dari kejauhan. dan anehnya dia tidak ada respon ketika melihat aku, padahal aku udah sms bahwa aku dah nyampe di atrium dan nunggu di depan MC. D.
lantas beberapa detik setelah itu, barulah dia berteriak histeris dan berlari-lari india menyongsongku dan kami pun berpelukan cipika-cipiki. bisa dibayangkan perasaan ketika anda dipertemukan dengan sahabat tersayang yang telah berpisah cukup lama? itulah perasaan saya saat itu. seneeeeng banget meliha si eneng satu itu.
cingkat cerita, aku diperkenalkan dengan seorang perempuan ayu bernama mbak wiji, beserta seorang lelaki yang adalah pacaranya mbak wiji.
‘ Wiji’
‘ Ali ‘
-no sign, no reaction, no second sight or anything else when we shaking hand and look at our face each other, which is there is something so close between me and her –
lantas kamipun putar2 plasa atrium untuk mencari makan. nah, ketika makan-makan dimulai, terkuak lah sebuah tabir yang sangat mengejutkan, dan semakin memperkokoh eksistensi dan ekbenaran sebuah pepatah ‘ dunia itu sempit’.
mb. Wiji : Ali kamu kerja di mana?
Ali : Di bogor mbak..
Wiji : Oh. nanti mau pulang lagi ke bogor?
Ali : nggak, nanti mau nginep di rumah teman, kan besok setengah hari.
wiji : emang kerja dimana Li?
Ali : Aku kerja di Kantor notaris mbak. Mbak wiji kerja dimana?
Wiji : Aku kerja di perusahan investasi, jadi tugasnya adalah memetakan jalur dan keterangan untuk seseorang yang mau menginvestasikan uangnya. dana ku juga harus meyakinkan klien tentang benefiditas dari perusahaan kami bagus adanya. Aku juga ada klien , istrinya notaris, dia sih rumah nya di jakarta, tapi kantornya di bogor.
[ mulai ada flash light yang memberikan clue tentang apa yang tengah gw fikirkan setelah ketemu dengan dia. gw merasa pernah melihat dia, tapi dimana nya gw lupa]Ali : OOhhhhhh…. Mbak Wiji kemarin ke rumah Bu anu ya????
Wiji : Lho, kok kamu tahu BU Anu? Wah, jangan2 kamu pegawainya istrinya klien ku lagi!
Ali : Emang iya mbak! aku kemarin kan liat mbak.. pantesan dari tadi aku tuh ngeras pernah liat, tapi bingung dimana2 nya.
Wiji : AKu juga sama, kayaknya pernah gitu liat kamu, tapi aku juga bingung pnah ngeliat dimana2nya.
Ali : kan aku duduk di ayunan di halaman ketika mbak wiji dateng, terus mbak wiji langsung gendong2 raka ( cucu nya bos -red)
gw sempet takjub campur heran, kok bisa ya..?
teman baik nya sahabat gw, adalah orang yang bekerja pada seseorang yang istrinya adalah bos gw, dan kita sempet ketemu beberapa hari kebelakang sebelum kita ketemu disini.

Ternyata benang merah keidupan itu ada.. kita bertemu, melihat, berkomunikasi, berinteraksi dengan seseorang yang tidak kita kenal. namun bisa saja orang yang tidak kita kenal itu bisa menghubungkan kita dengan seseorang yang sudah kita kenal. ini sangat lazim namun belum begitu umum..