Catatan MaHe

“The Flaming Lips – Do you realize? ” A Mystical song.

 
 
Do You Realize – that you have the most beautiful face
Do You Realize – we’re floating in space –
Do You Realize – that happiness makes you cry
Do You Realize – that everyone you know someday will die

And instead of saying all of your goodbyes – let them know
You realize that life goes fast
It’s hard to make the good things last
You realize the sun doesn’t go down
It’s just an illusion caused by the world spinning round

Do You Realize – Oh – Oh – Oh
Do You Realize – that everyone you know
Someday will die –

And instead of saying all of your goodbyes – let them know
You realize that life goes fast
It’s hard to make the good things last
You realize the sun doesn’t go down
It’s just an illusion caused by the world spinning round

Do You Realize – that you have the most beautiful face
Do You Realize…?

 
This song i dont know somehow kayak memiliki kekuatan magis. Sebuah lagu yang mampu membangunkan bulu kuduk pas pertama kali gue dengerinnya. I dont know… Lyricnya seolah meyakinkan kita bahwa kita ini berharga, spesial… tanpa harus menjadi orang lain. 
 
Yang gue rasakan dan gue imajinasikan ketika gue mendengar lagu ini, Gue merasa bahwa seseorang tengah mengagumi gue secara diam-diam. And do you know what? Ketika pertama kali gue mendengar lagu ini, gue 
berusia sekitar 19 tahunan, pertama kali datang ke Jakarta. 
 
Waktu itu gue kerja di foodcourt plaza Semanggi di restaurant ayam goreng fatmawati. Segala kekhawatiran dan ketakutan tentang masa depan yang berkecamuk, entah kenapa tiba-tiba hilang seketika gue mendengarkan lagu ini. I dont know, i cannot expalin. Dari penyusunan instrumen dan nada, lirik, semuanya seolah memberikan semangat yang bisa memecut rasa kesedihan dan ketakutan. Dan gue dengan seketika seolah mendapatkan kekuatan baru… sama sekali tidak takut untuk menghadapi masa depan, dan gue yakin dengan apa yang gue miliki adalah sebuah kemampuan yang bisa membawa diri gue ke sebuah kehidupan yang bahagia.
 
Namun karena gue waktu itu masih bodoh (well gue ngga bilang sekarang gue udah pintar juga kale, cuman sekarang udah banyak orang yang bisa gue tanya-tanyain) Maka gue sama sekali ngga paham harus kemana mencari sesuatu atau seseorang yang bisa memaksimalkan potensi gue.
 
Ngga jauh beda lah dengan dua anak kecil yang di foto atas. Gue merasa, mereka pasti memiliki sesuatu yang spesial, yang bisa dikembangkan dan dikaryakan sehingga dia bisa menolong dirinya dan orang lain. I mean, seandainya aja dia memiliki kesempatan yang sama seperti mereka yang berada di bangku kelas dan di ruang makan yang akrab oleh suasana kekeluargaan dan hangatnya berbagi, tentu mereka bisa berkembang dan memaksimalkan potensi mereka.
 
Hanya saja sayang… mungkin mereka tidak pernah mendengar lagu The Flaming Lips.. atau mungkin mereka dengar hanya saja tidak mengerti artinya apa, atau mungkin… Sebenarnya The Flaming Lips sendiri terinspirasi dari mereka? 
 
Mereka entah bagaimana indah dimata gue… manusia dengan keberanian dan ketabahan tingkat tinggi. Mungkin mereka mengeluh… mungkin mereka membenci hidup mereka. But somehow… ada sorot kesabaran dari mata mereka setiap saat gue menatap di pengkolan dan lampu stopan. Dan dari tatapan itu seolah mereka tidak menyadari bahwa mereka itu Indah. Mereka memiliki sesuatu yang sangat indah yang menunggu untuk di kembangkan. 
 
Ah, seandaninya mereka bisa mengapresiasi lagu ini seperti yang gue rasakan… kemungkinan mereka bisa menjadi manusia yang lebih baik. 
 
I used to be like them in Jakarta. Homeless, ngga ada duit buat makan… but i keep believing that my self is much worthy than just become a waiter. Or administrator. or shop keeper. Deep inside my heart, i know the value of my life is soo much expensive than what I am at that time. 
 

Dont stop believing and wake up. You are beautiful….