Catatan MaHe

February Rain, and Me.

It’s a cloudy day. I’m lovin’it. February… And tomorrow is Valentine’s day. I need to concentrate to my soon to be publish novel… but i dont know somehow it’s all seems hard to be finished. Cerita udah rampung, tapi kok ya halamannya masih kurang? i have to enhance and increase the pages. Menambahkan sisipan-sisipan tanpa merubah main story, and it’s kinda difficult.

Damn,
it’s all because i’m broke perhaps. There is no penny in my pocket, at all! Tabungan juga udah ludes… sedangkan kerjaan dipindah tangan ke orang lain. Shit. It’s happen over and over again. Huff… What should i do?

Satu-satunya harapan adalah sisa honor menulis skenario film yang masih ada setengah lagi. Seandainya itu bisa turun sekarang… mungkin aku bisa segera keluar dari rumah membosankan ini dan memulai hidup baru, dan produktif menulis novel. Hey.. ini rencana dari tahun jebot masih belum terlaksana juga!? Argh…

Eforia rumah Mertilang sudah berkurang. Apa yang hilang ya? Kemarin Timmy dateng dan dia bilang kalau rumah ini sudah tidak serame dulu lagi,
Iya sih… aku ngerasaiinnya. Sekarang rasanya sepi, nothing makes us excited kecuali ANTM, itupun kadang bikin gondok karena macet di tengah-tengah. Jeko dan Lince juga udah mulai membosankan… apalagi makan siangnya. Huaaaaaaa…. aku ingin segera keluar dari Mertilang ini!!! >_< Mungkin kita udah sampai pada titik jenuh… atau karena kita sekarang sedang ada di titik nol alias bokek?? Haha.. i dont know either. Yang pasti rumah Mertilang bener-bener anyep. Mungkin di kutuk Agnes kali ya? hahaha… emang siapa Agnes? dia yang berbuat dzolim ke kita kok ya dia yang ngutuk. Lol. Arrgh. Memang aku ini tolol. Terus aja mengeluhkan dan empot-empotan ketika ingin menambah halaman novelku. Padahal tinggal kerjain aja apa susahnya sih!? KARENA GUE BOKEK! dan bokek bisa menyebabkan kejenuhan akut dan berimbas pada hilangnya semangat dan kreatifitas menulis! hahahaha… Tapi tapi tapiii… bayangkan dong keuntungan apa yang didapat ketika lo berhasil menerbitkan novel lo, Lei? You’ll be famous!
Wait. Speak of the devils, kemaren Si Kekeh dan Mm menyarankanku untuk menjual putus aja Novelku itu. Dan sangat tidak menyarankan sistem Royalty karena aku penulis baru. What was on their mind….? Iya sih mereka bilang itu menguntungkan aku karena Gramedia bisa mengalokasikan uang yang seharusnya dijadikan royalti, untuk mempromosikan Novelku.
Tapi, bagaimanapun Novel gue nantinya akan menjadi sumber uang Gramedia, maka mereka pasti akan mempromosikan dong, meskipun memakai sistem Royalti? Ah.. ngga ngerti deh. My Instinct says that i have to take the Royalty payment. Karena aku yakin my Pre Wedding bakal meledak di pasaran. Iya memang, ini bukan masalah bagus atau nggak, tapi ini adalah masalah laku atau ngga. Well, i believe with my instinct. My novel will be on the best seller catalog. 😀

Hujan… turun lagi dong? tapi jangan bikin Jakarta banjir ya…? Kasian orang-orang baik dari golongan ekonomi rendah… gapapa deh mereka yang kaya dan berperilaku rakus dan animalistic, mereka pantas mendapatkannya. Tapi jangan orang yang baik-baik…