Catatan MaHe

Kata Hati yang Terbungkam

Ternyata, langkah yang sudah sepenuhnya yakin bakal gue ambil, terjegal oleh banyak hal, mulai dari opini teman dan sahabat, sampai atasan gue sendiri. Tadinya gue udah mantap banget untuk meninggalkan this what so called luxury, tapi entah kenapa kalimat-kalimat dari temen-temen dan sahabat gue bikin gue menarik mundur rencana dan meredam hasrat untuk bisa menulis dan berkreasi dengan bebas.

Ini berkah, bisa jadi musibah.

Yup.

Akhirnya gue stay disini.. melanjutkan pekerjaan sebagai penulis skenario sinetron. Hey.. bukannya apa yang lo hadapin sekarang ini adalah sebuah keberuntungan?!

Mungkin ya.. mungkin juga tidak.

Gue merasa lebih yakin sama diri gue sendiri, masalah rejeki sudah diatur sama yang Di Atas.

Sudah sedari dulu, gue merasa yakin bakal menjadi seorang penulis.. dan gue memantapkan diri gue untuk mewujudkan keyakinan yang lama kelamaan berubah menjadi obsesi dan impian, menjadi sebuah kenyataan. Gue diberkahi anugerah yang begitu besar oleh Tuhan: Bisa menghasilkan ide-ide cerita yang brilian. Dan gue merasa terpanggil untuk segera menuangkannya kedalam tulisan… menjadi sebuah Novel, dan Film.

GUe yakin sepenuh keimanan gue terhadap diri gue sendiri, bahwa gue bisa menjadi apa yang gue inginkan: To be a GREAT writer.

Tapi persoalannya, sekarang ini gue sama sekali ngga punya tabungan. ” So what you gonna do to extend your life?” My bestfriend said.

Mereka begitu mengkhawatirkan, bahkan sangsi, gue bisa menghidupi diri gue sendiri, dan mereka sudah memprediksi gue bakal balik lagi ke mereka dan memohon bantuan untuk menyambung hidup.

Gosh.. sebegitu lemahnya kah gue? memang kalo diliat dengan mata telanjang, hal tersebut seems too absurd to be true. Tapi, entah kenapa, ini bisa menjadi batu loncatan gue, dan gerbang yang bisa membuka gue menuju level selanjutnya.

Gue merasa menjadi seorang pengecut sekarang ini… dan gue -jujur- takut dan sangat khawatir, dengan gue melanjutkan tinggal disini, maka kreatifitas gue akan bener-bener terbelenggu, dan tiba-tiba aja mati.. sehingga gue tidak bisa berkreasi lagi.

Kalau udah kayak gini…

SIAPA YANG MAU BERTANGGUNG JAWAB!?

OK… GUe stay disini, bukan karena gue terpengaruh dengan kekhawatiran sahabat-sahabat gue tentang kehidupan gue yang bakal gue jalanin nanti, tanpa pemasukan. Gue sama sekali tidak takut dengan apa yang terjadi. Selama gue bisa memiliki tempat yang nyaman buat nulis, dan gue bisa menikmatinya seharian penuh,. senin sampai jum’at, tanpa distraksi, gue yakin gue akan baik-baik aja.

GUe Stay disini.. untuk berterimakasih atas perhatian, cinta kasih dan kepedulian yang udah mereka berikan ke gue. Gue sangat terharu, dan sangat menghargainya.

Tapi satu hal, guys.. i cant stay here quite any longer..