Catatan MaHe

melangkah pintu ku terasing

ketika benak melayang memikirkan indahnya hidup, ingin ku diam disana dan menjadi batu dalam abadinya ranah kenangan, kokoh memeluk pancang memori terindah dan aku tak pergi kemana, terpesona oleh nikmatnya bahagia. namun bagian dari hidup bukanlah hanya bahagia. kesedihan, rasa malu, penghianatan, penghinaan, cemoohan, cacian, tamparan, adalah sebagian kecil dari komposisi yang menyusun kerangka kehidupan.
aku berbicara dengan si bijak. dia berkata bahwa dengan dicemooh lah orang bisa pintar, dengan cacian ia lebih tegar. kadang kita manusia yang pongah merasa itu hanyalah retorika, hidup di dunia adalah untuk dihormati. disisi lain, dia tidak mau menghormati..
jangan lewatkan kesempatan untuk belajar menjadi manusia ketika cobaan datang dan kau tidak menghadapinya, malah memalingkan muka lantas lari darinya. karena dengan begitu, ia tidak akan pergi, malah mundur selangkah untuk mendekatimu dua langka. semakin kamu menghindari masalah, semakin ia mendekati kita. kata orang bijak, selesaikan lah masalah dengan menghadapinya. jangan pernah menyerah pada tekanan. pintar2 lah memanage komunikasi. jadilah seseorang yang assertif.
betapa beruntungnya diriku, hampir setiap hari orang bijak itu selalu ada disampingku.