Catatan MaHe

random blah blah blah

Lately I’ve been thinking about something that bothered me. Well, not really bothering thou, udah dipecahkan juga dengan pemikiran yang jernih. Tapi sisi lain dari negatifitas di kepala masih aja terus menciprati pikiran untuk mengambil hal ini dengan pemikiran yang dalam dan serius. Yang padahal sama sekali tidak penting untuk dipikirkan karena hanya membuang energi dan waktu.

Kita persingkat saja.
Membangun sebuah sistem manajerial yang sehat. Sebuah perusahaan yang memiliki kinerja dan kolaborasi pimpinan dan karyawan yang selaras dan satu tujuan. Komunikasi yang lancar dan poin permasalahan yang dapat teruraikan melalui diskusi dan pembahasan.
Kita jabarkan dulu posisi yang sedang terjadi sekarang. Dua bulan terakhir ini sedang ada perkembangan baru dalam usaha kecil yang sedang aku rintis. Hadirnya tiga orang karyawan yang sangat membantu dan meringankan berjalannya operasional Ngehe dengan karakter, kebiasaan kepribadian dan latar belakang yang tentu saja beda. Its a very new thing to me. Exciting yet scarry at the same time. 
Bertahun-tahun dalam posisi sebagai karyawan dan kini harus mengambil peran decision maker dan executive authority of everything that happen in my small business. I mean, being someone who has control over everything (around something you build) is not as easy as it seems. 
Inilah yang jadi pemikiran. Aku masih baru dalam menjalankan kewirausahaan, Sama sekali nggak ada pengalaman ataupun pengetahuan dalam memanajerial bawahan dan memperlakukan mereka dengan bijak dan pintar sehingga bisa menjadi bagian dari posisi penting dalam perkembangan usaha. Dan hal baru ini seperti sebuah perjalanan meniti ladang ranjau yang di tanam di lahan medan perang. aku tidak tahu langkah yang seperti apa yang bisa membawaku selamat sampai tujuan, atau meledak di tengah perjalanan karena menapakan kaki di pijakan yang salah. Terlalu baik dalam memperlakukan mereka bisa jadi membuat mereka melunjak dan lupa diri. Terlalu strick pun juga bisa membuat mereka merasa tertindas dan akhirnya akan berujung pada permasalahan juga. Selaku seorang amatir, smua langkah dan keputusan yang diambil selalu mengandung resiko. Apakah perintah yang aku kasih mengandung intonasi yang bisa menjadi salah arti di kuping mereka? Apakah mereka  bisa menerima pengarahan dengan baik? Apakah mereka merasa terbebani oleh poin-poin yang aku tugaskan? Apakah aku sudah menjadi pengarah yang baik? Apakah aku sudah memenuhi hak-hak mereka? Apa aku terlalu menuntut kewajiban? 
Itulah yang jadi pertanyaan yang berputar terus di kepala. Ada kalanya dalam pekerjaan, karyawan melakukan suatu hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Dan dalam hati tentu ada rasa yang terganggu karena kita tentu menginginkan semuanya berjalan seperti yang seharusnya.  Tapi tentu ada toleransi dan pemakluman karena mereka butuh waktu untuk penyesuaian dan belajar dalam menjalankan pekerjaan. sisi dewasa memaklumi hal ini sepenuhnya namun sisi lain yang penuh ketakutan menganggap hal ini bisa berkelanjutan. Mungkin aku memilih karyawan yang salah. Mungkin mereka memang nggak bisa bekerja dengan baik, mungkin mereka tidak betah kerja di sini dan mungkin mungkin lainnya. Semua kemungkinan yang belum pasti terus bermunculan di kepala. 
Tapi akhirnya aku sadar, bahwa yang diperlukan dalam menjalankan sebuah sistem bukanlah individu yang sempurna. Melainkan kesempurnaan pengertian dan kesabaran dalam mendidik individu biasa-biasa menjadi sesuatu yang luar biasa. 
Lupakan semua atitude ‘Juragan Besar’ yang menginginkan semuanya sesuai seperti yang diinginkan. jadikan mereka teman dan ajak berbicara mengenai apapun yang jadi kendala. Semuanya bisa diselesaikan dengan bertukar isi kepala. 
Mungkin bukan mereka masalahnya, tapi kita yang masih belum mnejadi seorang pengarah yang baik. Seorang yang bisa menjernihkan kebingungan mereka tanpa harus mengeluarkan intonasi tinggi. 
Take ur time, its a learning process. Do whatever you believe thats good to do. Because in the end things will getting better through time and patience. Not trying to be wise ass thou, But somehow I need to tell my self to remain calm and do what ever thing my heart says its right. I dont know, its just a random thoughts in my head i need to let it all out. 
Not really sure with the corelation between one pharagraph to another but… I think it makes me feel better to mapped out the thoughts in mind. Writing is therapeutic you know.
Im hungry and its Saturday night, 

yeah.