Catatan MaHe

Pagi dan kelana benak yang absur (judul yang absur juga)

Selamat pagi yang terlambat. Berita nasionalisme basa-basi di kompas tujuh September. Ada yang menarik dan ada pula yang blah blah blah. Sebagian informasi yang ditayangkan dalam lembaran koran itu seolah peta  kelengahan si pemimpin, indikasi kemandulan yang terjadi dalam berbagai lini. Bayangkan, sebuah pemilihan pemimpin di sebuah provinsi Kaya dengan anggaran pemilu ratusan milyar dilaksanakan di parkiran kumuh dengan sistem purba. Nggak ada kepedulian. Aroma apatis tercium dari gambar hitam putih yang memperlihatkan petugas pemilihan menyortir kertas suara dengan alakadarnya. Mau ke mana arahnya? Papa nobita seharusnya baca koran hari ini. Dia orang pintar, seorang pemangku kuasa tertinggi. Atau malah lagi sibuk mendempul bocel-bocel dan keropos kapalnya? Oh sebentar lagi karam, hanya dalam waktu yang singkat.

Politics. Whatever. Kadang merasa hal ini sama sekali tidak pantas mendapatkan perhatian. Peduli ataupun tidak peduli toh kenegaraaan kita akan berjalan sebagaimana adanya: culun, manipulatif, penuh dengan pembelaan kepentingan yang sama sekali tidak penting. Perdebatan Miss World, kuesioner ukuran penis. Menyalahkan bobroknya kenegaraan atas sesuatu yang baru muncul belakangan. Pelaku korupsi usianya udah bangkotan sedangkan Era Informasi di Indonesia baru terjadi awal duaribuan. Here sir, allow me to replace the pea on your head with a little donkey brain.

pagi ini terasa kaku dan kurang tenaga. Tidur yang kurang berkualitas seperti biasa. And im not gonna whine about this thou. Really enjoying this process. Mungkin bulan depan sudah mulai kost. Tapi bukan berarti tiap malam absen tidur di sini bersama para kru yang hebat itu. I will at least twice in a week laying my body at the same carpet with them. Mudah2an bisa segera dapet uang lebih, kasian Takim dan Zaki yang tidur hanya dialasin karpet. Sabar dulu ya my great guys, we are now working on something. Hopefully not only a plan. I mean, you know, we can work things out and enrich our life. Gitu deh.

Laper tapi males makan. Pengen Mandi tapi harus menyelesaikan blog ini dulu. Maka dari itu tulisan dicukupkan sampai di sini dulu. Adios muchachos for a couple hours. Internet sudah terpasang dan Wifi bisa diakses kapan aja jadi blog entries pun bisa disubmit sesuai mood. Dan si aser pun keyboardnya udah diservis sehingga jari bisa kembali dengan lincah menari menuangkan pikiran yang tidak diam berkesudahan.

MANDI WOY!