Catatan MaHe

Crying over my dream. Not.

Halo November… I know, its been too long since the last post i copied and put it on blog. Yeah, i havent writing again ever since the last time i put all my thoughts down. I dont know. Well, im not really bussy actually. Im kinda bussy a bit, but not really that bussy. I just dont know what to write eventhough my mind is so full with everything. Like, seriously, everything. 
Beberapa bulan kebelakang mood gue lumayan dibuat ribet sama kerjaan dari TVRI. Mungkin gue jenuh, atau mungkin gue kesal dengan drama yang diciptakan seseorang. Atau mungkin itu hanya pikiran negatif gue aja? Entahlah… Yang pasti gue ngerasa semuanya nggak masuk akal, dan terlalu banyak fakta yang dipelintir. Dibikin heboh, padahal cuma hal sepele. Tapi entahlah… Cuma Alloh yang tau. Dan Gue pastinya, juga orang yang bersangkutan itu.
Anyway, biarin lah hal itu jadi masa lalu. Sekarang ini gue sedang fokus untuk menerbitkan novel gue yang kedua, The Unspoken Goodbye. iya, gue menerbitkannya secara independen tanpa melalui publisher. Im a proud independent writer. Penulis indie kere.what ever. Hahaha. Emang bener siih gue saat ini kere banget. Im broke. Gue bangkrut. Kerjaan dari TVRI udah selesai, dan sepertinya gak lanjut ke sesi tahun depan. *perasaan gue dari taun kemarin isi blog ini seputar kebangkrutan melulu ya?* ppffft. Tapi jangan khawatir sayaang, im gonna be a great writer someday. Amen for that. 🙂 
jadi kan sekarang ini gue lagi nyari investor… Buat biaya nyetak novel gue itu. I need about tigapuluh enam juta buat nyetak sekian ribu buah novel. Dan sampai saat ini belum ada investor potensial. Hufff… Gue beneran sedih dan galau. Ga tau harus nyari ke mana lagi. Semua oranga potensial udah gue tawarin, tapi masih belum ada hasil yang menggembirakan. 
Dan saat ini gue sedang menangis. Menangisi mimpi gue… *dalam batin tapi nangisnya* Sesuatu yang sangat pengen gue wujudkan tapi banyak sekali rintangannya. Gue berpikir, gimana seandainya gue harus membunuh mimpi ini? Dan melupakan semuanya karena nggak kunjung menemukan jalan? Mungkin gue bakal sangat terpukul. But hey, am not gonna give up what ever happen. I will keep fighting for my dream. Semakin tunggi rintangan, semakin menggebu hasrat untuk menaklukannya. Gue memang sedih dan galau, tapi bukan berarti gue pasrah dan menyerah begitu aja. Nggak. Gue masih ada semangat untuk menaklukan rintangan. Sampai tiba saatnya semua ini terwujud, gue gak bakal berhenti berjuang untuk membuat semua ini bukan hanya sekedar mimpi, tapi sebuah bentuk kesuksesan yang nyata yang bisa dirasakan dan dibagikan kepada orang-orang yang gue sayangi. 
Dan gue harus membayar lunas semua perjuangan yang udah gue lakukan buat menebus mimpi ini. Semua pengorbanan, doa-doa dan suntikan semangat dari nyokap, keluarga dan sahabat yang selalu menyertai setiap langkah yang gue ambil. I owe them this much. 
Seriously. Gue Udah banyak banget baca cerita perjuangan orang sukses dalam meraih mimpinya. Semuanya sama. Semuanya sangat pedih dan penuh onak berduri. But they never quitting and instead fighting harder instead. Dan begitupun dengan gue. Gue menganggap ini adalah proses yang sama yang seperti udah mereka lewatin. Gue anggap ini adakah langkah selanjutnya yang semakin mendekatkan gue pada pencapaian mimpi. Gue nggak minder, gue nggak malu. Meski memang sesekali down dan sedih, tapi di balik semua itu ada keyakinan yang semakin membara, sebuah keimanan yang semakin tebal, bahwa ini adalah jalan yang tepat yang harus gue jalani. Semuanya sudah berada di jalur yang tepat. All i have to do is be patient and keep moving on, fighting and praying. I know sucsess is not something that easily achieved. Thats why gue *tanpa bermaksud sombong* meminta sama Tuhan bukan untuk dimudahkan, tapi untuk dikuatkan. Sama sekali tidak bermaksud sombong, tapi emang gue sadar pada akhirnya kesuksesan adalah sebuah kerja keras yang harus diperjuangkan terus dibarengi doa dan ketabahan. 
So i say, what ever the obstacles blocked my way, im not gonna givin up. 😀